Jumat, 04 Maret 2022

Pembangunan Tower BTS di daerah saya

video tentang artikel iniSelamat malam para pembaca blog ( karena kebetulan saat saya menuis ini adalah malam hari ) ... semoga anda semua dalam keadaan yang sehat wal'afiat. Tadinya saya sudah mau tidur saja karena laptop yang saya pakai keburu dimatikan oleh saya. Namun setelah saya sedikit melongo melihat rupanya malam ini belum terlalu larut maka saya memutuskan untuk mencoba mengetik beberapa kata di halaman kerja WPS Office android seperti untaian kata yang mungkin sedang tersaji dan mungkin juga sedang anda baca sekarang. Dan seperti judul yang sudah dapat teman-teman baca di atas, yah saya kali ini ingin sekali memberikan tanggapan-tanggapan kecil mengenai apa yang terbaru, terhangat yang saat ini sedang berlaku didaerah saya Ulubongka lebih tepatnya di Desa saya tercinta Desa tempat tanah tumpah darah yaitu desa Mire ( Mire32 istilah desa saya.red ). Lanjut daripada itu, saat sekarang ini di Desa saya sedang dilaksanakan pembangunan menara BTS ( Base transceiver Station ) yang nanti katanya akan memancarkan sinyal telepon seluler. 
Proses pembangunannya sampai saat saya menulis tulisan yang sementara saya buat saat ini adalah sementara berlangsung dari pembuatan papan nambor informasi letak sampai dengan sampai saat pembuatan lobang galian untuk nantinya akan di pondasian tiang yang nanti akan di dirikan disana. Jujur saja saya cukup terharu menyaksikan hal ini pasalnya, selama berapa tahun sudah usiaku ( saat ini menginjak 31 tahun ), baru kali ini saya menyaksikan dengan matakepala saya sendiri jaringan seluler telepon masuk desa saya ini. Selama hidup tidak pernah sedikitpun saya bermimpi tentang jaringan telepon bisa masuk di Desa desa di Ulubongka bagian atas atau pedalaman ini. Mendengar kabar tentang akan diselenggarakannya pembangunan tower BTS inipun saya sudah sangat senang apalagi saat ini 

proses pembangunannya pun mulai berjalan. Lebih-lebih lagi jika kami masyarakat desa sudah bisa mengakses jaringan ini jika sudah diresmikan dan bisa dijalankan oleh perangkat telepon genggam kami masyarakat desa di Ulubongka ini. Memang tak dapat dipungkiri bahwa untuk saat sekarang di jaman yang sudah semakin canggih ini, insan -insan dunia di Seantero jagat ini sangat membutuhkan konektivitas. Jaman sudah semakin canggih. Karena kecanggihan itu pula kami masyarakat Ulubongka akan tertinggal jauh dibelakang karena tidak adanya infrastruktur yang memadai yang bakal menunjang segala aktivitas yang kami lakukan lebih-lebih tentang ketidaktersediaannya jaringan internet. Jaringan seluler dan jqaringan internet adalah sebuah kebutuhan yang sangat mendesak di Ulubongka dan sekitarnya saat ini. Dengan dibangunnya menara BTS dibeberapa titik di Kecamatan Ulubongka ini semoga ini menjadi sebuah harapan bagi kami lebih khususnya lagi kami yang berada di desa yang terdalam dan tertinggal termasuk desa saya salah satunya.

Ket : Lokasi pembangunan Tower BTS Kantor Desa Mire
Lewat tulisan singkat saya yang saya terbitkan di laman blog pribadi saya ini, saya mewakili diri saya sendiri mengucapkan terima kasih yang teramat dalam buat Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bapak Presiden Joko Widodo dan para menteri, bapak Menteri Johny G. Plate atas perhatiannya kepada kami masyarakat Desa di Kabupaten Tojo Una-Una, Kecamatan Ulubongka ini. Hadirnya jaringan telepon selular di tempat kami semoga bisa membuat segala keluhan tentang online bisa segera terjawab. Malam saya menulis tulisan singkat ini terasa tidak ingin cepat-cepat tidur karena saya merasa masih ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah atas perhatiannya yang sungguh luar biasa ini.  

Agustus 2021 masih sementara proses merampungkan segala sesuatunya dan semoga semua berjalan tepat waktu sesuai apa yang diharapkan. Dengan hadirnya jaringan ini tentu bukan saya selaku penulis saja yang merasakan dampaknya. Tapi seluruh masyarakat Ulubongka. Yang terutama sekali adalah anak-anak sekolah di Kecamatan Bongka bagian atas ini. Ditambah lagi saat ini suasana yang sangat tidak mendukung untuk kegiatan tatap muka proses belajar mengajar di sekolah. Disini saya sebut saja salah satu atau tepatnya satu-satunya sekolah SD ( Sekolah Dasar ) yang ada di Desa saya ini hampir-hampir sudah tidak pernah lagi dibuka untuk kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran yang dilakukan harus secara daring atau online. Baik guru maupun siswa merasa kesulitan dalam melakukan pembelajaran daring dengan segala aturan pendukungnya agar terlaksana dengan baik. Memang diDesa saya sudah hadir jaringan wifi untuk mendukung pembelajaran secara daring seperti sudah saya katakan. Namun, masih banyak keluhan-keluhan yang saya dengar muncul ketika mereka sedikit terhambat. Terhambatnya adalah harga voucher wifinya yang boleh dikatakan tidaklah murah. Sepuluh ribu rupiah dihargai untuk jaringan yang terkadang ketika mengakses browser chrome saja terasa lambat dan lama. Aplikasi aplikasi umum yang biasa dipakai online atau belajar, tatap muka secara daring diantaranya yang banyak digunakan adalah web browser. 

Di desa saya melakukan pertemuan secara online seperti video conference seperti yang dapat dilihat di televisi. Mustahil bisa dilakukan di tempat saya. Aplikasi pertemuan online memang ada di install di Android para siswa dan guru namun tidak bisa dipakai dan terakhir hanya akan jadi ikon hiasan saja di hp mereka. Besar harapan saya dan mungkin juga harapan masyarakat di Ulubongka kedepan dengan hadirnya sinyal telepon selular di Desa seperti yang saat ini prosesnya sementara berjalan. Semoga menjadi harapan yang baru buat kami terbebas dari gaptek atau semacamnya. Akhirnya, sampai disini celotehan saya pada kesempatan kali inj, dan nanti kita akan berjumpa lagi pada postingan saya selanjutnya. Akhir kata saya ucapkan Wassalam dan SUKSES UNTUK KITA SEMUA ! ...

Minggu, 21 Februari 2021

cerita awal mula saya menulis di blog

Asalamu alaikum ..
Pada postingan kali ini saya akan membagikan lagi rangkaian perjalanan keseaharianku kepada siapapun anda yang bersedia membuka serta membaca halaman blog saya ini. Tidak ada harapan terbesar saya ketika tulisan ini dapat dibaca orang lain. Karena memang tujuannya hanya sebagai sarana kepada saya untuk terus menulis karena memang sekalian juga hobi jadi kupikir-pikir daripada saya hanya menulis disembarang kertas atau dilembar kerja ms.word untuk dijadikan sebuah dokumen yang nanti hanya akan dibiarkan begitu saja sampai akhirnya terhapus sendiri saya rasa alangkah lebih baik saya mengarsipkan semua tulisan ini kedalam penyimpanan online. Lebih aman dan tidak memakan ruang diperangkat yang kugunakan sehari-hari. Saya pikir dengan menyimpan segala tulisan karya saya akan awet mungkin untuk beberapa tahun saya masih akan bisa mengunjunginya. Banyak cara saya dalam membuat sebuah tulisan maksudnya sarana yang saya gunakan sebenarnya bermacam-macam. Salah satu diantaranya yang paling mudah adalah dengan menggunakan bolpoint/pena dan juga buku. Menyiapkannya sangat mudah sekali seperti yang sering saya lakukan dalam hari-hari saya. Menulis itu menurut saya selama ini cukup menyenangkan. Coba bayangkan kalau buta huruf tentu saja akan lain lagi ceritanya menulis tentu sangat tidak dibutuhkan dibelahan dunia manapun. Sudah tidak tahu lagi kira-kira saat ini sudah tulisan yang keberapa. Yang pasti sudah sangat banyak. Saya sudah lupa kapan persisnya saya hobi menulis seperti tulisan yang mungkin sedang anda baca saat ini.

Awal mula halaman Blog saya ini sekitar tahun 2015 silam. Kenapa saya tahu tahunnya pasalnya ada tertera dihalaman blog saya kalau tidak, saya tidak tahu kapan awal saya membuat blog seperti ini. Yang pasti, semenjak blog ini jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membiasakan diri mempelajari pengaturan-pengaturan penting diblog. Awal-awal saya menulis menggunakan manual yang sampai saat ini tahun 2021 saya masih aktif menulis. Tidak ada tema khusus untuk tulisan saya. Saya menulis saja tentang apa-apa saja yang telah terjalani oleh saya sepanjang hari. Keberadaan android atau HP pintar tentu saja sangat membantu saya dalam menulis. Tulisan yang mungkin sedang anda baca saat adalah hasil ketikan dari andoid makanya kelihatan berantakan disana-sini. Mungkin jiwa tuaku telah bangkit dengan luar biasa lagi di tahun 2021 ini. Tapi sudahlah ini sangat menyenangkan. Tulisan singkat ini sengaja saja dibuat untuk sekedar mengenang awal mula saya memulai kegemaranku dalam menulis sekaligus sebagai catatan tentang pertama kali blog tentang saya ini diluncurkan. Sebenarnya, saya sangat tertarik dengan dunia kewartawanan atau dunia journalist namun yah, lagi-lagi mungkin garis tanganku bukan kesana. Saya mencari saja cara lain yaitu dengan cara membaca serta menulis apa-apa saja yang penting menurut kacamata saya pribadi. Cita-cita terbesarku dahulu tidak tercapai tapi bukan berarti saya harus tenggelam dalam kekecewaan ketika ada yang kuharapkan atau kucita-citakan itu tak tercapai. Takkan serta merta jiwaku terkubur bersama harapan-harapan besar itu. Tahun 2021 ini adalah awal dari segala cerita yang akan terangkai dengan sendirinya. Dan saya menyatakan siap untuk itu.

Itulah sekedar awal mula saya membuat tulisan secara online sekaligus sebagai sebuah catatan untukku kedepan. Tujuan dari pembuatan halaman ini adalah seperti yang sudah saya jelaskan panjangblebar diatas dan nanti kedepan tulisan-tulisan saya di blog ini akan saya kembangkan lagi mungkin akan membahas sesuatu yang menjadi kegemaran bahkan mungkin keterampilan dan keahlianku. Oh iya sebelumnya saya sudah mencoba membuat sebuah kreativitas diblog ini namun terhenti akibat saya kehilangan ide lagi dalam mengembangkannya. Jika dilihat secara sepintas, ada sesuatu yang lain dari tulisan ini. Yah benar sekali masaalah pemformatannya yang asal-asalan maklum saya membuat tulisan ini di android pakai aplikasi Blog. Menurut saya aplikasi ini sangat bagus dipakai dan sangat tidak ribet dan membosankan kapan dan dimana saja sepanjang batterai andoidku ini tidak lowbat maka aku akan selalu siap menulis. Tahun 2021 ini lagi-lagi saya harus benar-benar menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupku. Karena ada banyak hal yang harus kuselesaikan bukan hanya sekedar menulis saja tentunya. Ada banyak pekerjaan rumah yang menumpuk ditahun 2020 yang lalu dan harus segera kubereskan.Sampai disini tulisan singkat dan tidak bermanfaat ini, yah saya berharap semoga ada yang bisa dipetik walau sebaris kata saja. Jika ada pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dari dalam hati teman-teman silahkan berkomentar dibawah ya tapi ingat agar tetap positif dalam memberikan komentarnya. sampai jumpa pada postingan berikutnya. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan dikolom komentar yah ? Wassalam ...

Senin, 15 Februari 2021

kabar bahagia 2021

Selamat malam semuanya ...
diatas itu adalah foto saya yang tampak kusam dan sedikit berminyak akibat mandi tak pakai sabun baik saya mulai saja curhatannya .. hari ini adalah hari yang sangat berarti dalam kehidupan upiksmith. Dimana hari ini menerima kabar gembira bahwasannya jabang bayi dalam kandungan istriku kondisinya sehat wal'afiat. Dan saya sangat bersyukur setelah melihat hasil USG yang baru saja dijalani istri saya beberapa menit yang lalu di rumah praktek dokter Ampana. Alhamdulillah tak henti-hentinya kuucapkan karena dengan mendengarkan atau melihat hasilnya, sedikit demi sedikit hilanglah kekhawatiran dalam hati tentang kondisi sebenarnya terkini yang saat ini dijalani oleh istriku. Malam ini pun saya bersama istri sudah kembali berada di tempat pembaringan dirumah sepupu istriku. Menunggu-nunggu waktunya kami harus segera beristirahat malam ini. Karena rencannya kami akan pulang ke kampung keesokan paginya. Melelahkan, yah memang tidak dapat kupungkiri seharian ini bergelut dengan aktivitas di Ampana ini. Jam di android saat saya asyik menulis ini sudah menunjukkan pukul sebelas lewat limabelas menit. Istriku membelakangiku karena dia juga sedang asyik main facebook di androidnya. Benerapa menit yang lalu dirumah besar sepupuh istriku ini lampu padam tiba-tiba dan tak ada aktivitas lain dalam rumah ini seperti tidak ada respon yang berlebihan menanggapi situasi yang tiba-tiba gelap gulita seperti saat ini. Kalau saya sih berharapnya lampu ini padam terus sampai pagi karena jujur saja saya sangat benci suasana terang benderang lebih baik kalau gelap-gelap begini nanti akan terasa nyaman tidurku. Diluar terdengar sesekali suara guntur kosong. Kenapa saya katakan guntur kosong karena kemungkinan hanya guntur saja dan tak ada hujan setelahnya. Istriku menghardikku membuat aku gusar. " Tutup pintunya!" Begitulah katanya sedikit membentak. Saya sambil agak gusar bangkit dan melakukan perintahnya. Setelah itu kembali menulis.
Entah kenapa kalau lagi serius mengerjakan sesuatu tiba-tiba disuruh itu menjengkelkan yah ? .. seperti saat disuruh saya sedang asyik merangkai kata demi kata. Makin lama saya menulis makin terasa seru saja. Padahal jam sudah mau beranjak larut menuntutku agar segera merealisasikan rencana untuk mempersiapkan diri segera beristirahat malam ini. Susah kalau jaringan yang bagus itu adanya hanya di Ampana ini. Sebagian aktivitasku hari ini adalah mendownload video di YouTube guna kutonton secara offline nanti di kampung. Saat ini dikampungku pun sebenarnya sudah tersedia jaringan internet kabel walaupun aksesnya menurut saya sebagai user sangat-sangat tidak memuaskan hasrat berinternet ria. Jaringan telekomunikasi seperti Telkomsel dan lainnya belum hadir di kampungku. Dan menjadi hambatan yang terbesar saat ini. Saya pun tak tahu entah sampai kapan kami akan terpuruk dalam kondisi seperti ini. Yah, bukannya saya tak bersyukur sih.. kehadiran jaringan yang saya bilang barusan itu sudah cukup kalau mau dipakai untuk aplikasi-aplikasi standar seperti Facebook, WA, Youtube tapi yang Go bolehlah. Tapi lagi-lagi tidak banyak yang dapat diandalkan dengan menggunakan jaringan ini. Lumayan atau cukup untuk saling berbagi info buat sanak saudara yang jauh di sana. Beberapa menit yang lalu sepupu istriku tiba kembali dirumah ini bersama kami sekilas tentangnya, sia adalah anak tertua dirumah ini. Boleh dikata bahwa dia adalah tulang punggung keluarganya. Menghidupi adik-adiknya yang sudah tumbuh dewasa dari hari kehari. Sampai disini barangkali tulisan saya yang cukup panjang dan melelahkan untuk dibaca. Saya mengucapkan terima kasih banyak buat yang sudah mampir pada ulasan curhatku terbaru 2021 kali ini. Terakhir kuucapkan Wassalam .......

Perjalananku ....

Minggu, 14 Febr 2021sore hari_ Slamat siang teman-teman berjumpa lagi dengan saya pada postingan kali ini sesuai dengan judul yang dapat dilihat diatas maka kali ini saya akan menceritakan secara detail tentang perjalananku kemarin sampai pada hari ini. Tidak ada maksud dari postingan tulisanku kali ini yah, sekedar berbagi saja saya akan segera mulai saja barangkali ...  tiba dengan selamat di Ampana sekitar empat menit an yang lalu. Dan saya bersama istri basah kuyup karena sepanjang perjalanan kami diguyur hujan yang cukup deras. Keberangkatan kami sore ini boleh dibilang sangat mendadak tanpa rencana yang matang. Dari kampung pun suasana sudah sangat tidak bersahabat. Mendung hitam tebal menyelimuti langit Desaku disore hari gerimis turun perlahan membasahi tanah yang sudah agak mengering akibat diguyur hujan semalam yang turun cukup deras. Malam ini saya sedang di Ampana dan keadaan jalan disekitar tempatku duduk-duduk saat ini. 
Hp ku tidak punya quota untuk mengakses youtube dan saya sangat bosan.● sampai pada tanda lingkaran hitam itu, saat ini sudah jam sembilan pagi di Ampana sekitar beberapa jam yang lalu pagi yang indah itu berlalu. Dan pada detik ini lagi-lagi saya harus menanggung betapa membosankan hidup tanpa akses internet. Hp yang biasa kupakai hospotnya sedang dibawa istriku dan dengan sangat terpaksa aku harus menulis secara offline di WPS Office android. Sudah semalam aku di Ampana dan kemungkinan akan menginap lagi semalam karena harus mengantar istriku USG ke dokter kandungan ( saat ini di apotik Darkuthni Ampana ). Bukan apa-apa, saya harus memperhatikan perkembangan sijabang bayi dalam kandungan istriku dan apapun akan kulakukan demi penerusku ini. Saya berdo'a semoga keadaannya baik-baik saja dalam dunia pertamanya yaitu kandungan istriku. Anakku adalah gambaran diriku dan istriku jadi harus dijaga baik-baik. Benih yang ada dalam kandungan istriku adalah anugrah Tuhan yang terbesar saat ini. Memang tak dapat dipungkiri bahwa kehadirannya ditengah-tengah pandemi yang masih terus mewabah seperti saat-saat ini, justru sangat mengkhawatirkanku. Semoga kami semua terhindar dari bencana ini amin. Semester empat sekolah PT. STAI Poso saat ini dan masih beberapa semester lagi yang akan dijalani kedepannya dalam keadaan yang sulit dari berbagai sisi. Tiap Sabtu sore diadakan perkumpulan mahasiswa dipusatkan disebuah tempat tapi tetap memperhatikan etika berkumpul seperti yang sudah dianjurkan Pemerintah Pusat diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan sebagainya. Kadang pertemuan yang dilakukan menunggu informasi dari Pengelola kami, jadi tidak mutlak setiap hari Sabtu sore. Biasanya hari Jum'at pagi, Senin sore atau kapan saja dirasa siap melaksanakan pertemuan mahasiswa dan dosen. Pertemuan yang dilakukan tidaklah free alias gratis melainkan harus membawa insentif kalau dosennya berasal dari ibukota profinsi yah harus siap dengan uang Tujuh puluh lima ribu rupiah sementara kalau dosen dari Kabubupaten Poso harus ready Limapuluh ribu rupiah inipun sudah agak meringankan kalau dulu waktu pengelola yang satunya akan lain lagi uang pertemuan yang harus di persiapkan. Kedepan akan banyak tantangan dalam menjalani hari-hari. sebagai seorang bapak dari anak-anakku sekaligus sebagai seorang suami dari istriku saya dituntut untuk bisa memberikan jalan yang baik untuk mereka, saya dituntut untuk bisa memberikan mereka arahan-arahan serta memberikan keluarga kecilku bimbingan agar meraih apa yang namanya kebahagiaan sejati hidup didunia yang fana ini. Memang agak sedikit berlebihan barangkali. Oh iya, dihari Senin ini tidak banyak yang bisa dulakukan sebenarnya hari ini saya akan berkantor bersama teman-teman sepekerjaanku. Namun tidak bisa kalau kondisinya seperti saya yang saat ini berada di Ampana. Entah apa lagi yang akan mereka katakan perihal ketidakhadiranku hari Senin ini. Saya tidak mandi sampai dengan puk 09.59 saat ini hampir jam sepuluh sebentar lagi pasti akan segera siang. Dan sementara ini istriku sedang berurusan dan kenapa bukan aku, masalahnya dia yang punya nama disana ( lagi-lagi tak bijak kalau kuutarakan disini kami sedang berurusan apa ). Yang pasti yang sedang kami urus di Ampana adalah sesuatu yang cukup penting untuk kelangsungan kehidupan kami.

Selasa, 24 Maret 2020

ubiqu masuk desa_PEMASANGAN TONGGAK WIFI DI KANTOR DESA MIRE 2020

          Asalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh … Selamat sore,selamat berjumpa kembali pada tulisan saya hari ini, kemarin 21 Maret 2020 tepatnya hari Sabtu sore sekitar jam 03 entah itu lewat beberapa menit, saya tidak terlalu tau pasti. Saya bersama tiga orang rekan saya warga masyarakat desa Mire, membantu seorang teknisi memasang peralatan wifi di kantor Desa Mire. Tak banyak yang kami lakukan kami hanya membantu apa yang kami bias saja. Seperti membuat campuran semen pasir guna untuk memperkuat besi penyangga parabola mini ubiqu nantinya. Pekerjaan kami tuntaskan hari itu juga mengingat hari sudah semakin sore. Dan walhasil selesai juga pekerjaan yang kami lakukan. Sementara, si teknisinya sibuk berurusan dengan pemasangan parabola dan aksesoris lainnya, saya mondar-mandir disekitarnya yang sedang sibuk itu. Sambil hp kamera ditangan. Dan seakan beliau ini welcome sekali dengan kehadiranku. Terbukti dengan tidak terlalu banyak pertanyaannya tentang saya yang sedari tadi bolak-balik disampingnya. 

Akhirnya, setelah sekian lama menunggu hadirnya jaringan internet di Desaku, kini semua terbayar sudah walaupun saya belum tau sama sekali akan bagaimana proses pemakaiannya setelah pemasangan ini usai. Untuk saat ini biaya dan kecepatan bukanlah hal yang utama yang kuharapkan. Tapi, yang paling utama dan prioritas adalah, bagaimana nantinya kalau setiap saya butuh berkomunikasi lewat internet atau sekedar nonton tutorial singkat ataupun unduh dokumen word, exel, dan sebagainya setidaknya saya sudah tak perlu ke ibukota kabupaten sana. Selain menghemat biaya tentu saja menghemat waktuku juga. Harapan saya semoga pekerjaan hari ini cepat selesai dan segera bisa digunakan olehku dan oleh masyarakat Desa Mire umumnya. Tanpa wifi ini tentunya saya dan teman-teman akan serba kesulitan jika harus ke Ampana dulu hanya mendownload contoh proposal ataupun contoh SK kades. Padahal itu bukanlah dokumen yang berukuran bergiga-giga byte. Sampai disini tulisan ini, terima kasih buat teman teman yang sudah menyempatkan diri mampir di blog saya ini. Berikan tanggapan saran ataupun kritik tentang ulasan saya kali ini. Terakhir saya ucapkan Wassalam ….

Rabu, 19 September 2018

kabar haru dalam kehidupan


Asalamu alaikum sahabat bloger dimnapun berada ..

Dan pada artikel ini saya juga mengucapkan selamat siang karena selalu saja ketika menulis blog disiang bolong teman-teman seperjuanganku tentu sudah sangat tahu apa alasannya. Tentu sja ketidak adaan jaringan wifi membuat saya menulis nanti di Telkom Ampana seperti tulisan yang teman teman lihat atau sedang baca saat ini. Waktu terus saja berjalan roda kehidupan terus berputar seakan tak ada satupun yang dapat menghentikannya. Perkembangan zaman menggilas siapa saja yang terlambat mendapatkan update berita dunia terbaru seiring dengan itu, manusia seakan akan lupa dengan segala-galanya bahkan mungkin lupa untuk apa ia terlahir kedunia ini. Setiap menit, setiap detik, bahkan setiap hela nafas yang berhembus ada saja yang bisa didengar dan dirasakan. 

Dunia saat ini memang sulit digambarkan dengan untaian kata-kata saja karena sedemikian majunya teknologi yang berkembang sangat pesat. Imbas dari perkembangan dunia itulah yang membuat kenampakanatau realiata  alam disekitar jadi sulit untuk dikendalikan. Telah terjadi pergeseran nilai yang sangat memprihatinkan. Banyak sekali perubahan yang terjadi dewasa ini. Kalau dulu, anak sangat berbakti dan dengar dengaran terhadap nasehat orang tua, saat ini seakan sulit diterima akal sehat banyak anak yang tidak peduli lagi dengan nasehat nasehat yang diberikan. Mereka yang berilmu memberikan petuah petuah yang baik hanya dianggap sebagai orang yang suka mengatur, para pemimpin bukannya menjadi contoh yang baik buat rakyatnya.Dan masih banyak contoh yang lainnya yang membuat kita geleng geleng kepala. 

Padahal kita sendiri terlibat dalam pergumulan dunia yang semakin hari semakin memprihatinkan ini. Saya pribadi menduga, inikah ambang kiamat itu ?..  ahh kenapa kita harus membahas yang macam-macam disini saya akan membagikan tentang pengalaman saya belum lama ini. dan yang tidak berkenaan untuk membuka dan membaca, tidak ada paksaan. karena sesungguhnya tujuan saya membuat blog ini adalah sarana saya dalam menyalurkan apa saja yang ada dalam benak ini. yang protes silahkan saja. karena salah satu tujuan saya dalam blog ini adalah untuk menampung semua protes protes baik positif maupun negatif. sepanjang saya tidak mengganggu orang lain saya akan terus melakukan apa saja yang dirasa perlu untuk dilakukan.

Azan maghrib sementara dikumandangkan saya sudah siap dengan jaket dibadan dipadukan dengan celana panjang olahraga . kemanakah tujuanku magrib magrib begini ? aplikasi PMP sudah mau ditutup jam 12 malam. Sementara proses pengisiannya mengalami kendala masih ada kusioner pengawas sekolah yang belum selesai. Entah apa yang membuat tab kusioner pengawas pada PMP 2018 terbaru ini tidak dapat dibuka beberapa kali muncul peringatan bahwa saya harus mengisi semua terlebih dahulu isian-isian untuk kepsek,PTK, Peserta didik, dan komite. Salah satu saja yang pengisiannya tidak rampung, maka tab kusioner pengawas sekolah tidak akan bisa dibuka. Karena pusing dari tadi mengoprek dan sama sekali tak membuahkan hasil yang signifikan, jalan paling akhir yang ditempuh adalah, berhubungan langsung dengan ketua tim pengisian PMP 2018 yang ada jauh di Ibukota Kabupaten Tojo Una-Una sana. Kebetulan pada maghrib itu ada juga teman guru yang punya kegelisahan yang hamper sama dengan saya dia berinisiatif memberikan tumpangan pada saya untuk berangkat ke Ampana saat itu. Dia mengatakan ada baiknya kalau naik mobil saja karena terasa lebih aman jika dibandingkan naik motor. Singkat cerita berangkatlah kami pada magrib itu sudah menjelang gelap juga sih. Di perjalanan pikiran saya tak henti-hentinya memikirkan masaalah yang tengah kuhadapi. Berbagai rencana timbul dalam benakku selama perjalanan kami malam itu. Dalam hati aku membatin .. apakah konsekwensi yang akan diterima sekolah jika tidak mengirim data PMP ini..


Baiklah saya akan meneruskan lagi cerita ini. Sekitar beberapa menit kemudian saya sudah tidak tahu lagi sudah jam berapa saat itu karena saya memang sengaja tidak membawa ponsel android takutnya dicuri orang lagi ( itu masaalah lain ), tibalah kami di kota Ampana. Tepat didepan rumah orang yang kami tuju. Si pak guru temanku ini langsung turun dari mobil. Dan segera menanyakan apakah orang yang kami cari berada ditempat itu. Walhasil ternyata beliau sedang keluar. Ditanyalah nomor HP nya yang aktif dan setelah dapat pak guru langsung tanpa basa basi lagi menelpon dan aktif. Samar samar saya mendengar katanya beliau ada di kampung pece. Setelah mendengar telepon dan tau dimana orang yang kami perlu pada masa kritis itu, langsung saja pak guru memerintahkan sopirnya untuk segera tancap gas menuju tempat menurut keterangan orang yang ditelepon barusan. Kalau melihat si pak guruini, saya bingung ada perasaan menggelitik sebenarnya dengan apa yang kami jalani mala mini saya merasa sedikit lucu melihat perilaku beliau yang sudah seperti orang yang dilanda kepanikan yang sangat. Tapi disisi lain saya juga memikirkan tentang aplikasi PMP yang bermasaalah ini. 

Singkat cerita tibalah kami di tempat tersebut dan ooh .. rupanya ada banyak orang ditempat itu ( belum terlalu banyak juga sih ). Cek per cek ternyata lagi nobar rupanya mereka akan menonton siaran langsung antara Barcelona dan kurang jelas apa yang akan jadi lawannya. Pak guru langsung mengutarakan masaalahnya yang kini jadi masaalah kami satu sekolah SDA mire. Dan mulailah si bos PMP mengotak atik laptop yang baru saja disodorkan padanya.sambil memegang janggutnya yang sedikit terurai kebawah, langsung berkata .. ooh masaalahnya disini, komite masih ada dua orang bersangkutan yang masih belum terisi, cepat selesaikan setelah itu isi pengawas sekolahnya.  Pak guru menginstruksikan padaku mengeluarkan laptop yang ada padaku untuk dikonekkan dengan laptopnya melalui hotspot. Saya pun reflek mengambil laptop lalu melakukan apa yang disuruh. Mmmh … lama juga kami ditempat itu. Pak supir mondar mandir ( mungkin gelisah atau apa ) yang pasti dia sangat bosan saat itu. Sekitar satu jam an, selesailah kami mengisi kuisionernya dan tibalah saat paling menegangkan yaitu proses pengiriman data PMP yang telah selesai kami kerjakan itu. Sangat tidak kami harapkan proses pengirimannya sangat lama. Beberapa kali aplikasi PMP direstart dan hasilnya tetap sangat lama saat proses pra pengirimannya. Saya geleng geleng kepala menyaksikan drama kehidupan malam itu. Karena sudah bosan dengan keadaan yang itu itu saja saya berinisiatif mengatakan kepada rekan kerja saya si pak guru bagaimana kalau mengirimnya di Telkom Ampana saja. Permintaanku langsung ditnggapinya dan kami segera berpamitan kepada bos PMP nya bahwa kami akan melakukan pengiriman ditempat lain saja.

Setelah berpamitan dengan sopan ( tidak juga terlalu sopan sih, karena waktu iti kaki saya sebelahnya sudah dalam mobil saking paniknya ).kami pun bergegas ke Telkom Ampana, dan setibanya disana langsung beli voucer 5 ribu guna proses masuk wifi.idnya. setelah dapat sms voucer balasan langsung kutuntun temanku sipak guru memmbuka browsernya ( dalam hal ini Chrome ) lalu memasukkan beberapa digit nomor sms dalam hp anroid miliknya di halaman awal landing page wifi.id. setelah dia masuk, kusuruh dia membuka aplikasi PMP nya yang akan segera dikirim itu. Lama juga baru keluar aplikasi yang dikliknya maklum pengaturan windows 10 yang lemot sangat memakan waktu dan kesabaran si pemilik laptop Setelah terbuka langsung menuju tombol kirim data. Pada awalnya kami tidak menemukan masaalah yang berarti tapi ketika proses pengiriman aplikasi PMP sudah mencapai 99 koma sekian sekian, disinalah terjadi lagi hal yang sangat tidak kami inginkan. Aplikasi antivirus bytefence menggagalkan operasi yang sedang berlangsung. Muka kami tiba-tiba pucat menerima kenyataan pada detik itu. Pas dilihat PMP nya, semua pengisian terlihat 0%. Baik saya maupun pak guru sangat terperanjat ketika itu.

Tanpa dikomando, saya langsung mencari biang keladi yang telah menggagalkan semua ini dan tidak lain adalah antivirus bytefence. Segera kucari dimana lokasi antivirus satu ini. Lama juga saya mencarinya mula-mula kucari distart menu windows 10 dan tidak ada dia disana jalan satu satunya saya menuju ke program file langsung dan disana kutemukan uninstall bytefence dan berhasil bytefence berhasil kumusnahkan dari dunia ini ( maksudnya laptopnya pak guru ).setelah itu langsung kucoba membuka sendiri PMP nya dan kembali mencoba mengirimnya. Lagi lagi saya harus menerima kenyataan sekali lagi, PMP tetap tidak bisa dikirim terkirim maksudnya. Akhirnya, saya juga tidak tau apa yang telah dikerjakan oleh pakguru, proses pengiriman PMP kini sudah berjalan normal kembali. Entah apa yang di otak atik dalam laptopnya itu. Perkiraan saya jam saat itu menunjukkan pukul setengah 12 pengiriman PMP nya selesai. Alhamdulillah kuucapkan dalam hati kecilku, akhirnya membuahkan hasil juga perjuangan ( kami ) malam ini.  




Mamahku.. tabahlah menjalani inilah ujian kita

 Malam ini mungkin akan menjadi malam yang sangat panjang dari malam malam yang pernah kulewati sebelumnya. Pasalnya, keadaanku bersama deng...