Blog ini dibuat khusus sebagai sarana berbagi upiksmith

Selasa, 15 Maret 2022

Warta Hari Ini

Asalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh .. Hai kawan-kawan sekalian dimanapun berada pada kesempatan yang baik ini. Kali ini seperti biasa saya akan berbagi lagi seputar rutinitasku sepanjang hari ini. entah saat ini sudah pukul berapa saya menulis yang pasti hari sudah menjelang sore. keberangkatanku ke kota Ampana hari ini lagi-lagi diluar daripada perencanaan sebelumnya. saya mengira bahwa besok tanggal 15 barulah saya akan melakukan perjalanan lagi ke kota Ampana guna mengurusi dana yang sampai dengan detik ini belum juga ada tanda-tanda akan segera cair. Kedatanganku hari ini adalah kedatangan yang sungguh cukup dramatis pasalnya, bangun dari tidurku yang agak kurang nyenyak. saya langsung menuju ke dapur untuk membuat segelas kopi panas. Iseng-iseng setelahnya melihat HP Android yang sedang di cas, saya kaget melihat bahwa di aplikasi Massenger di HP ku itu rupanya ada pesan dari pimpinan saya dalam hal ini si pak kadesku bahwa hari ini saya harus segera ke Ampana lagi. Wah, langsung saja tanpa membalas chat tersebut saya spontan langsung mencari tas laptop dan juga segera mengemasi beberapa potong pakaian buat dibawa serta hari itu ke Ampana.
Mana si istriku belum tahu bahwa ada pesan yang masuk tersebut dia sudah keburu ke sekolah PAUD yang terletak dijalan yang sejurus dengan kediamanku. Anakku yang tertua si Aqilah Sheinafia A. Yawu saat ini sedang ke sekolahnya juga di TK Alkhairaat Mire, sementara yang paling kecil si Zoya Azalea Mecca sedang dibawa oleh neneknya ( Mamah saya ) entah kemana. karena hari ini memang mamahku lah yang menjaga anakku yang paling kecil ini. lanjut kisah, selesai sudah saya melakukan beres-beres pakaian yang bakal dibawa saya langsung menuju ke sekolah tempat istri saya bekerja. dengan maksud tentu saja saya mau berpamitan terlebih dahulu. Selesai berpamitan, saya pun langsung berangkat ke Ampana walau sudah tak pagi lagi. Sepanjang perjalanan saya tidak menemui hambatan yang berarti. Saya lupa sekitar jam berapa saya tiba di Kota Ampana. yang pasti hari sudah mau menjelang siang. memasuki wilayah Dondo Barat, saya melihat pak kades mengendarai motor plat merah yang biasa dibawanya sedang melaju kencang sekali.
Sementara saya kebingungan, saya langsung mengekor saja dibelakangnya atau saya taruh terlebih dahulu bawaan saya ini seperti tas dan lain-lain dirumah pak kades. Dalam kebingungan tersebut, saya menepikan motor yang saya kendarai saat itu. sekitar beberapa menit saya dipinggir jalan. saya tak perduli orang-orang yang lewat berseliweran dijalan saat itu. terpaksa saya putarbalik motor saya, dan langsung mencari dimana tempat orang jual es manis karena hari itu sangatlah panas di Kota Ampana. dan pak kadesku pasti sudah sangat jauh. tapi saat itu, sumpah .. saya sudah tak perduli lagi saya sudah sangat kehausan sekali. lama juga saya mondar-mandir mencari orang yang jual es manis di siang hari itu. akhirnya, hampir saja saya putus asa dibuatnya. kucari-cari tempatku membeli es manis saat saya di Ampana beberapa hari yang lalu namun tak kunjung kudapatkan lagi tempat itu. Akhirnya, tibalah saya di sebuah warung yang menjual es yang kucari-cari sedari tadi.
langsung kupesan satu mangkuk. dan tak lama setelahnya, tiba-tiba HP ku berdering, segera ku ambil HP nya dan melihat siapakah gerangan yang telah meneleponku siang-siang begini. dan oh, rupanya si pak kadesku. " Ya, Halo Pak Kades, saya skarang ada sementara minum es, saya sangat haus !" kataku polos. Beliau bertanya agak panjang lebar, dan kujawab saja seadanya dan sebisaku saja. Lanjut kisah, akhirnya selesai sudah ku santap es manis yang begitu menggiurkan tersaji didepanku saat itu. Dan seketika itu dahagaku hilang. dalam hati saya berkata " Alhamdulillah, lanjut lagi ke proses berikutnya !" kataku membatin. Setelah selesai melakukan pembayaran, saya keluar dari dalam warung tempat saya makan es manis. menghampiri si kuda besiku lalu langsung tancap gas meninggalkan tempat itu. Sungguh hari yang sangat membosankan.
Detik dan menit terus berjalan akhirnya si pak Kades menelepon lagi dan katanya beliau berada di Desa Sansarino tepatnya di Kantor Desa Sansarino. Dan kini saya melihat ke arah indikator bensin motorku dan kulihat disana menunjukkan keadaan yang sangat memprihatinkan indikator bensin menunjukkan bahwa bensin motor yang tersisa hanya tinggal satu strip dan itu berarti bensin motorku hanya tinggal sedikit. terpaksa saat itu saya pun berfikir lagi. apakah saya akan ke Desa Sansarino atau menunggu si pak Kades dirumah saja. Wah, saya memang sempat kebingungan lagi saat itu. Dan akhirnya saya memutuskan untuk lanjut saja menuju Desa Sansarino walau perasaan saya sedang was-was melihat kondisi bensin yang membuat jantung saya berdetak tidak normal. takutnya kehabisan nanti selama perjalanan. karena perjalanan menuju Desa Sansarino cukup jauh dari tempat saya berada saat itu. 
Lanjut kisah, saya pun langsung bergegas mengingat waktu semakin siang. mendekati pintu gerbang masuk area pasar baru Ampana, tiba-tiba HP dikantongku bergetar saya langsung mengerem motor yang sedang kukendarai dan berhenti tepat dibelakang sebuah mobil " Halo, ya pak Kades saya sementara dalam perjalanan menuju tempatnya pak kades !" .... beliau langsung menjawab " Ngapain kamu ke Sansarino, saya sudah di Dondo saat ini !" ... " Waduh, kalau begitu saya akan putar balik kembali kendaraanku !" .. mmh.. sungguh sebuah pekerjaan yang buang-buang waktu ..... terpaksa saya memutarbalikkan kendaraan saya siang itu dan terus kembali menuju Kelurahan Dondo tempat rumahnya si pak Kades. Sampai dirumah pak kades, saya pun langsung turun dari kendaraan yang kutunggangi. Dan tentu saja dengan hati yang tak sedang dalam keadaan yang fit. Setelah itu,beberapa detik pun berlalu saya sudah berada diruang tengah rumah pak kades. Sampai disini, saya mengucapkan alhamdulillah karena saya melalui hari ini tanpa kekurangan sedikitpun. Sampai disitu, dan kini malam telah tiba dan saya bersiap dengan segala kemungkinan jika malam ini saya harus diajak lagi oleh pak kades jalan. saya cukupkan dahulu sampai disini tulisan ini. Karena kalau saya uraikan lagi maka mungkin tulisan ini akan sangat panjang dan membosankan. Wassalam ....
Share:

Rabu, 09 Maret 2022

RUTINITASKU DI AMPANA_TOJO UNA-UNA

     

Fotoku
     Selamat sore kawan-kawan para pembaca dimanapun berada pada kesempatan yang baik ini semoga kita semua dalam keadaan yang sehat wal'afiat selalu. dan pada kesempatan sore ini lagi-lagi saya ingin menuliskan barangkali beberapa kalimat bahkan mungkin bisa jadi sebuah paragraph yang utuh. dan saya mohon agar teman-teman sudilah kiranya membaca barang beberapa deret kata saja. matahari sudah hampir tenggelam di Kota Ampana tepatnya Kelurahan Dondo Barat Tojo Una-Una saya tidak menyaksikannya karena waktu saya saat ini begitu tidak memungkinkan walau hanya sekedar menyaksikan matahari tenggelam sore ini. dan saya merasa senang dan bahagia sekali saat ini saya begitu terfasilitasi oleh yang punya rumah dalam hal ini Bapak Pimpinan saya di Kantor tempat saya bekerja Bapak Andi Muh. Fikri, S.Ip. sekedar sharring saja bahwa saat ini saya sebenarnya ingin pulang ( come back ) ke kampung Mire sana. berhubung kedatanganku di Kota Ampana tadi pagi boleh dibilang sedikit terburu-buru. ada beberapa bekal yang lupa ku bawa serta padahal saya akan membutuhkannya nanti jika sudah berada dikota seperti saat-saat ini saya agak bingung karena rokok yang biasa kuhisap kini tinggal dua batang barangkali. 

     Oh iya, hari ini berita duka datang dari group WA 32 fAmilY. yang baru beberapa menit yang lalu masuk di ponsel android milik saya. adalah Mukhsin B. Karau imam tua Desa Mire kini telah berpulang ke rahmatullah. saya turut berduka cita semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan, dan kekuatan dalam menerima ujian. cobaan dari Allah SWT. saya tidak bisa hadir dirumah duka karena saat ini saya sedang berada jauh dari rumah duka. keberangkatanku dari Mire tadi pagi sama sekali tak ada tanda-tanda barangkali akan ada keluarga yang akan meninggal. perjalananku tadi pagi buta biasa-biasa saja dan selama mengendarai kendaraan kesayanganku tak ada kendala yang berarti yang kutemui sepanjang perjalanan. lanjut, entah saat saya menulis ini jam menunjukkan pukul lima sore, saya tak terlalu memperhatikannya. karena saya asyik menikmati lancarnya menulis dengan ditemani jaringan wifi gratis seperti saat ini.

    Siang tadi saya berangkat dengan si Pakades menuju ke kantor PMD yang berada agak jauh dari rumah tempat persinggahanku di Dondo. sampai di kantor PMD, banyak orang disana lalu lalang mengurusi segala persyaratan agar dana yang sedang di urus segera cair tepat pada waktunya. saya yang tak tahu apa-apa tentang apa yang mereka kerjakan, hanya berdiri melongo memperhatikan mereka yang berkepentingan mondar-mandir dan tidak memperdulikan akan kehadiran saya dan pakadesku disekitar mereka saat itu. cuaca hari ini tak begitu panas buktinya saja sepatu basah yang kukenakan dari kampung tadi, tak sepenuhnya kering.nanti setelah agak lama saya menjemurnya didepan rumah pakadesku barulah sepatunya kering juga ( kering yang agak dipaksakan ). datang ke Ampana tentunya juga dengan sebuah harapan agar Dana Desa segera cair dalam beberapa hari ini. beralihnya peraturan ke Non Tunai seperti yang sedang di urusi saat ini sungguh sangat merepotkan saya. repotnya bukan mengurusi data tapi saya yang repot kesana kemari. namun, harapan yang besar itulah yang membuat saya terus bertahan seperti saat ini.

    Tak kuasa aku menolak manakala baru saja beberapa detik yang lalu si ibukades menyuruhku membuat kopi pahit buat dinikmati sore ini. dalam hatiku inilah yang namanya rejeki nomplok takkan kemana. langsung saya gass menuju dapur dan langsung mencari gelas untuk segera membuat segelas kopi yang dimaksud. orang dalam rumah si pakadesku ini ramah-ramah membuat saya merasa kerasan dan betah berlama-lama disini. sebenarnya sore ini saya sudah mau pulang tapi pakades berpendapat bahwa lebih baik besok saja karena hari sudah sangat sore dan sebentar lagi malam akan segera datang. dan bertepatan juga saat ini saya sedang menunggu sampai hasil downloadku rampung juga. segala video yang ku download nantinya akan kubawa pulang sebagai oleh-oleh untukku sendiri. berhubung jaringan di Desa Mire belum juga stabil hingga saat ini. TELKOMSEL-BAKTI yang dibangun Pemerintah belum berjalan dengan semestinya jaringan yang kadang hidup kadang mati itu tak ayal membuatku jengkel bahkan mungkin bukan aku saja. tapi, keluar dari konteks itu, saya merasa sangat bersyukur dan tentu saja sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang telah memperhatikan kami masyarakat daerah terpencil ini.

    Saya meninggalkan anak-anak di kampung Mire dan semuanya kulakukan karena memang sudah menjadi kewajibanku untuk menafkahi anak-anakku karena kedatanganku ke Ampana adalah untuk mengurus dana bersama dengan pimpinan saya yang terus survive walau dalam keadaan yang kurang sehat. kasihan pimpinan saya ini beliau sedang kurang sehat ini masih saja terus berjuang bagaimanapun caranya agar uang segera dapat dicairkan. kutinggalkan mamah, istri, dan dua buah hatiku yang masih kecil-kecil di kampung Mire. dan semoga malam ini mereka dapat beristirahat malam dan saya do'akan semoga anakku yang paling kecil si Zoya tak rewel malam ini. karena kalau dia rewel maka istriku yang tukang tidur itu akan sangat kewalahan dibuatnya. ini semua juga demi kuliahku yang tak kunjung selesai-selesai dan juga demi uang jajan, dan susu formula anakku yang sudah semakin berkurang dan nyaris habis. karena banyaknya pikiran-pikiran yang menggelayut dalam kepala membuat aku terkadang bahkan sering tak fokus mengerjakan segala sesuatunya.

     Akhirnya mungkin sampai disini dulu celotehanku sore ini semoga ada juga yang baca. oh iya bagi teman-teman silahkan kunjungi YouTube saya yang beralamatkan di http://youtube.com/c/upikrfc disana teman-teman akan lebih tahu lagi tentang saya dan segala aktivitas saya dan jangan lupa commentnya buat YouTube saya dan juga buat tulisan singkat saya ini. terakhir saya ucapkan sampai jumpa pada postingan artikel selanjutnya. Wassalam ..


Share:

Sabtu, 05 Maret 2022

Kenangan saat keberangkatan ke Kota Poso

ket : Foto saat berhenti sejenak dibengkel Desa Rompi saat keberangkatan Menuju Poso

Asalamu alaikum dan selamat malam. Halo teman-teman yang mungkin telah ketemu lalu membuka tulisan saya kali ini. Saya ucapkan selamat datang di duniaku. Baik saya akan lanjutkan menulis. Pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas lagi suatu hal yang saya anggap belum tuntas saya utarakan dari kemarin-kemarin. Apa itu, apa lagi kalah bukan tentang kegiatan perkuliahan saya yang sampai dengan detik ini belum juga berakhir. Dan makin kesini, saya merasa sudah hampir mendekati titik itu. Yaitu dimana titik kebosanan yang seharusnya saya tak sampai dititik itu. Semoga. 
ket : Foto saat saya bersama teman-teman.

Karena makin proses perkuliahan ini seluruhnya dinyatakan tuntas maka tantangan didepan mata bukannya semakin berkurang. Malah sebaliknya semakin bikin runyam kepala  memikirkan sesuatu yang .. bagaimana mengatakannya .... yah, sesuatu yang memang harus dijalani. Sebenarnya, beberapa menit yang lalu tulisan saya ini sempat terbentuk satu paraghraph, rencananya saya akan melanjutkannya menulis di Kampus kami yakni di Kampus kebanggaan kami Sekolah Tinggi Agama Islam Poso atau disingkat STAI Poso yang terletak di Kelurahan Lawanga Jl. Umanosoli. Jadi saya membawa serta laptop dari tempat persinggahan kami karena dalam hati saya menggumam " saya akan lanjutkan di kampus saja !". Tapi ternyata, tiba di kampus rupanya sarana dan prasarananya tidak mendukung saya diantaranya, ketidaktersediaannya tempat untuk colokan cas laptop karena kebetulan laptop yang saya gunakan ini acer e1432 ini tidak mau hidup kalau tidak mendapat suplai listrik dari chargernya. Maka dari itu, maksud hati mau melanjutkan menulis dilaptop kini kuurungkan sudah. Untung saja masih ada penolong utama saya disaat-saat seperti ini. Adalah android saya yang walaupun batterynya sudah hanya tinggal 59 persen an namun masih bisa dipakai untuk sekedar buka aplikasi blog offline. Dan akhirnya, jadilah tulisan singkat saya seperti yang mungkin sedang teman-teman baca saat ini. Tulisan saya ini memang terlihat sangat monoton dan buat pembaca yang membaca hanya mencari inti dari setiap tulisan maka yakin pasti teman-teman akan merasa cepat bosan. Akh, saya sudah duduk disini dengan kursi kampus dan mulailah saya merasakan bosan jika hanya terus duduk pinggul kecil saya ini pun mulai terasa tak nyaman. 
Sementara saya harus tetap berada disekitaran kampus kami ini mungkin beberapa jam kedepan karena saya harus menyelesaikan ujian proposal malam ini juga. Tidak bisa terbengkalai keluarga sudah menunggu di kampung. Ok, mungkin sampai disini dulu ulasan singkat saya kali ini kita berjumpa lagi pada kesempatan berikutnya .. Wassalam
Share:

Jumat, 04 Maret 2022

Pembangunan Tower BTS di daerah saya

video tentang artikel iniSelamat malam para pembaca blog ( karena kebetulan saat saya menuis ini adalah malam hari ) ... semoga anda semua dalam keadaan yang sehat wal'afiat. Tadinya saya sudah mau tidur saja karena laptop yang saya pakai keburu dimatikan oleh saya. Namun setelah saya sedikit melongo melihat rupanya malam ini belum terlalu larut maka saya memutuskan untuk mencoba mengetik beberapa kata di halaman kerja WPS Office android seperti untaian kata yang mungkin sedang tersaji dan mungkin juga sedang anda baca sekarang. Dan seperti judul yang sudah dapat teman-teman baca di atas, yah saya kali ini ingin sekali memberikan tanggapan-tanggapan kecil mengenai apa yang terbaru, terhangat yang saat ini sedang berlaku didaerah saya Ulubongka lebih tepatnya di Desa saya tercinta Desa tempat tanah tumpah darah yaitu desa Mire ( Mire32 istilah desa saya.red ). Lanjut daripada itu, saat sekarang ini di Desa saya sedang dilaksanakan pembangunan menara BTS ( Base transceiver Station ) yang nanti katanya akan memancarkan sinyal telepon seluler. 
Proses pembangunannya sampai saat saya menulis tulisan yang sementara saya buat saat ini adalah sementara berlangsung dari pembuatan papan nambor informasi letak sampai dengan sampai saat pembuatan lobang galian untuk nantinya akan di pondasian tiang yang nanti akan di dirikan disana. Jujur saja saya cukup terharu menyaksikan hal ini pasalnya, selama berapa tahun sudah usiaku ( saat ini menginjak 31 tahun ), baru kali ini saya menyaksikan dengan matakepala saya sendiri jaringan seluler telepon masuk desa saya ini. Selama hidup tidak pernah sedikitpun saya bermimpi tentang jaringan telepon bisa masuk di Desa desa di Ulubongka bagian atas atau pedalaman ini. Mendengar kabar tentang akan diselenggarakannya pembangunan tower BTS inipun saya sudah sangat senang apalagi saat ini 

proses pembangunannya pun mulai berjalan. Lebih-lebih lagi jika kami masyarakat desa sudah bisa mengakses jaringan ini jika sudah diresmikan dan bisa dijalankan oleh perangkat telepon genggam kami masyarakat desa di Ulubongka ini. Memang tak dapat dipungkiri bahwa untuk saat sekarang di jaman yang sudah semakin canggih ini, insan -insan dunia di Seantero jagat ini sangat membutuhkan konektivitas. Jaman sudah semakin canggih. Karena kecanggihan itu pula kami masyarakat Ulubongka akan tertinggal jauh dibelakang karena tidak adanya infrastruktur yang memadai yang bakal menunjang segala aktivitas yang kami lakukan lebih-lebih tentang ketidaktersediaannya jaringan internet. Jaringan seluler dan jqaringan internet adalah sebuah kebutuhan yang sangat mendesak di Ulubongka dan sekitarnya saat ini. Dengan dibangunnya menara BTS dibeberapa titik di Kecamatan Ulubongka ini semoga ini menjadi sebuah harapan bagi kami lebih khususnya lagi kami yang berada di desa yang terdalam dan tertinggal termasuk desa saya salah satunya.

Ket : Lokasi pembangunan Tower BTS Kantor Desa Mire
Lewat tulisan singkat saya yang saya terbitkan di laman blog pribadi saya ini, saya mewakili diri saya sendiri mengucapkan terima kasih yang teramat dalam buat Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bapak Presiden Joko Widodo dan para menteri, bapak Menteri Johny G. Plate atas perhatiannya kepada kami masyarakat Desa di Kabupaten Tojo Una-Una, Kecamatan Ulubongka ini. Hadirnya jaringan telepon selular di tempat kami semoga bisa membuat segala keluhan tentang online bisa segera terjawab. Malam saya menulis tulisan singkat ini terasa tidak ingin cepat-cepat tidur karena saya merasa masih ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah atas perhatiannya yang sungguh luar biasa ini.  

Agustus 2021 masih sementara proses merampungkan segala sesuatunya dan semoga semua berjalan tepat waktu sesuai apa yang diharapkan. Dengan hadirnya jaringan ini tentu bukan saya selaku penulis saja yang merasakan dampaknya. Tapi seluruh masyarakat Ulubongka. Yang terutama sekali adalah anak-anak sekolah di Kecamatan Bongka bagian atas ini. Ditambah lagi saat ini suasana yang sangat tidak mendukung untuk kegiatan tatap muka proses belajar mengajar di sekolah. Disini saya sebut saja salah satu atau tepatnya satu-satunya sekolah SD ( Sekolah Dasar ) yang ada di Desa saya ini hampir-hampir sudah tidak pernah lagi dibuka untuk kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran yang dilakukan harus secara daring atau online. Baik guru maupun siswa merasa kesulitan dalam melakukan pembelajaran daring dengan segala aturan pendukungnya agar terlaksana dengan baik. Memang diDesa saya sudah hadir jaringan wifi untuk mendukung pembelajaran secara daring seperti sudah saya katakan. Namun, masih banyak keluhan-keluhan yang saya dengar muncul ketika mereka sedikit terhambat. Terhambatnya adalah harga voucher wifinya yang boleh dikatakan tidaklah murah. Sepuluh ribu rupiah dihargai untuk jaringan yang terkadang ketika mengakses browser chrome saja terasa lambat dan lama. Aplikasi aplikasi umum yang biasa dipakai online atau belajar, tatap muka secara daring diantaranya yang banyak digunakan adalah web browser. 

Di desa saya melakukan pertemuan secara online seperti video conference seperti yang dapat dilihat di televisi. Mustahil bisa dilakukan di tempat saya. Aplikasi pertemuan online memang ada di install di Android para siswa dan guru namun tidak bisa dipakai dan terakhir hanya akan jadi ikon hiasan saja di hp mereka. Besar harapan saya dan mungkin juga harapan masyarakat di Ulubongka kedepan dengan hadirnya sinyal telepon selular di Desa seperti yang saat ini prosesnya sementara berjalan. Semoga menjadi harapan yang baru buat kami terbebas dari gaptek atau semacamnya. Akhirnya, sampai disini celotehan saya pada kesempatan kali inj, dan nanti kita akan berjumpa lagi pada postingan saya selanjutnya. Akhir kata saya ucapkan Wassalam dan SUKSES UNTUK KITA SEMUA ! ...
Share:

Mamahku.. tabahlah menjalani inilah ujian kita

 Malam ini mungkin akan menjadi malam yang sangat panjang dari malam malam yang pernah kulewati sebelumnya. Pasalnya, keadaanku bersama deng...

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Saya

Foto saya
Menulis sejak tahun 2015 sampai saat ini tahun 2021